Brian Massumi: Otonomi Afek (Bagian 2 dari 2)

Satu cara untuk memikirkan ulang tentang afek afalh umpan balik atom-atom dari moda organisasi yang „lebih tinggi“ ke level kemunculan (emergence).[i] Filosof sains Gilbert Simondon melihat pemfungsian ini bahkan di level fisik, di mana „kuman-kuman“ bentuk  hadir di dimensi yang sedang muncul (emergent) seiring dengan unusr-unsur nirbentuk seperti tropisme (atraktor), distribusi energi potensial (gradien yang mendefinisikan metastabilitas), dan relasi yang tidak dilokalkan (resonasi). Menurut Simondon, dimensi emergent – yang ia istilahkan dengan „praindividual“ tidak dapat dipahami sebagai bentuk, meskipun ia juga melipat ke dalam bentuk-bentuk dalam kondisi benih. Ia hanya bisa dianalisa sebagai medan (field) yang kontinu namun sangat terdiferensiasi yang „tidak berada di fase“ (out of phase) yang sama dengan entitas berbentuk (yang punya topologi dan tatanan kausal yang berbeda dengan „individual“ yang muncul darinya dan yang bentuknya kembali padanya)[ii].   Read More

j j j

Brian Massumi: Otonomi Afek (Bagian 1 dari 2)

I

Seorang lelaki membuat boneka salju di taman atapnya. Boneka salju itu mulai mencair di bawah terik matahari siang. Ia mengamati. Setelah beberapa lama, ia membawa boneka salju itu ke pegunungan di mana ia berhenti meleleh. Ia berpamitan lantas pergi.

Hanya gambar, tidak ada kata, sangat sederhana. Ini adalah cerita yang digambarkan dalam film pendek yang disiarkan oleh televisi Jerman sebagai selingan antar program. Film ini menimbulkan protes dari para orangtua yang mengatakan bahwa anak-anak mereka ketakutan. Berita ini menarik perhatian sekelompok peneliti. Studi lanjutan yang mereka lakukan menjadi terkenal karena gagal menemukan apa yang hendak  dicari: kognisi.[i] Read More

j j j