Dokumenter Adalah/Bukan sebuah Cap

Tidak ada yang lebih rendah dibandingkan sebuah kebenaran sebagaimana ia dipikirkan.

—Walter Benjamin

Tak ada yang bisa disebut sebagai dokumenter—sekalipun istilah tersebut menandakan kategori material, sebuah genre, sebuah pendekatan, atau serangkaian teknik. Pernyataan ini—sama usang dan mendasarnya dengan antagonisme antara nama dan realitas—harus dinyatakan kembali terus menerus, meskipun kehadiran sangat jelas dari sebuah tradisi dokumenter. Di dalam film, tradisi tersebut, jauh dari krisis yang berlangsung hari ini, agaknya bertahan melalui pasang surutnya yang muncul berulang. Narasi-narasi yang berupaya untuk menyatukan/memurnikan praktik ini dengan menegaskan evolusi dan kelanjutan dari satu periode ke periode lainnya tentunya berlimpah, sangat bertumpu pada konsep periodisasi historisis tradisional. Read More

j j j

Pembelaan untuk Citra Rendahan

Citra rendahan adalah sebuah salinan bergerak. Kualitasnya buruk, resolusinya di bawah standar. Ketika ia melaju, ia merosot. Ia adalah hantu dari sebuah citra, sebuah pratayang, sebuah thumbnail, sebuah gagasan tersesat, sebuah citra pengembara yang didistribusikan gratis, diperas melalui koneksi digital yang lambat, dikompresi, direproduksi, dibajak, diremix, sebagaimana disalin dan ditempel ke kanal-kanal distribusi lainnya.

Citra rendahan adalah sebuah rombengan atau bajakan; sebuah AVI atau sebuah JPEG, seorang lumpen proletariat di dalam kelas masyarakat rupa, diperingkat dan dinilai berdasarkan resolusinya. Citra rendahan telah diunggah, diunduh, dibagi, diformat ulang dan disunting kembali. Ia merubah kualitas menjadi aksesibilitas, nilai pamer menjadi nilai kultus, film-film menjadi klip-klip, kontemplasi menjadi pengalihan perhatian. Citra tersebut dibebaskan dari brankas-brankas bioskop dan arsip dan didorong menjadi ketidakpastian digital dengan nilai zatnya sendiri. Citra rendahan cenderung menjadi abstraksi: Ia adalah sebuah gagasan visual di dalam daya tariknya sendiri. Read More

j j j